Pendahuluan
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Sejarah SSH merupakan salah satu penemuan di
tahun 1995 oleh Tatu Ylönen, seorang peneliti dari Helsinki University of Technology, Finlandia. Ia mendesain salah
satu protokol SSH pertama yang
sekarang disebut sebagai SSH-1 untuk
menghalau serangan password-sniffing
(teknik pencurian password) pada jaringan universitas itu sendiri.
Sebagai
peneliti ia memutuskan untuk membuat protokol ini sebagai freeware, karena pentingnya aplikasi SSH ini membuat tools ini
sangat populer. Dalam waktu singkat telah digunakan oleh 20,000 user di lebih dari 50 negara di seluruh
dunia. Saat ini tentu pengguna aplikasi SSH ini telah mencapai jutaan pengguna di seluruh dunia.
Security pada
sistem jaringan komputer kini layaknya menjadi sesuatu yang mutlak dan perlu
diperhatikan. Karena dewasa ini semakin banyak orang pintar yang melakukan
peretasan dalam berbagai bidang komputer.
Apalagi dalam hal remote dan hal security yang
saling berhubungan maka pengembangan sistem security
adalah suatu hal hadalah suatu hal yang wajib.
Remote access adalah kemampuan
komputer untuk mengendalikan host
melalui internet dengan memanfaatkan port. Melalui remote access,
kita tidak perlu terhubung secara fisik untuk mengendalikan sebuah host. Artinya dengan remote access,
kita bisa melakukan maintenance,
install program baru, hingga menjalankan program dari jarak jauh. Salah
satu metode remote access yang sering digunakan adalah SSH.
Oleh karena itu, salah satu
penanganan yang harus dilakukan adalah meningkatkan sumber daya manusia (SDM)
yang merupakan pendukung utama dalam proses ahli teknologi. Termasuk di
dalamnya siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai sumber daya manusia yang
sangat potensial, dan sebagai reaksi kebijakan pemerintah dalam masalah. Mutu
pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) serta untuk mendukung program “link and match” antara Sekolah Menengah
Kejuruan dan industri, maka diperlukan kerja sama antara pihak Sekolah Menengah
Kejuruan dalam hal ini siswa SMK dan praktisi industri.
Disinilah peran SMK Telkom Sandhy Putra
Banjarbaru bertindak dengan memberikan pelayanan pembelajaran tentang teknologi
dan ada satu kegiatan reguler yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas
alumnus SMK TELKOM dan siap kerja di dunia nyata yaitu industri atau perusahaan
yang ada di seluruh dunia. Yaitu dengan kegiatan Pendidikan Sistem Ganda (PSG)
atau Praktek Kerja Industri (Prakerin).
Pendidikan Sistem Ganda (PSG) adalah suatu
bentuk kerja sama di lingkungan perusahaan atau industri dengan SMK TELKOM
dalam Praktek Kerja
Industri (PRAKERIN) di lapangan, uji praktek kompetensi dan sertifikasi bagi
siswa yang bertujuan mempersiapkan tenaga kerja yang memiliki keahlian dengan
tingkat pengetahuan, keterampilan dan etos kerja yang sesuai dengan tuntutan
kebutuhan Dunia Usaha/ Industri (DU/ DI) dan adanya pengakuan berupa pemberian
sertifikat.
B.
Tujuan
1.
Tujuan Pelaksanaan Magang
a.
Bagi SMK TELKOM
a. Mempersiapkan tenaga kerja yang
memiliki keahlian professional dengan tingkat pengetahuan, keterampilan dan
etos kerja yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan industry telekomunikasi dan
industry jasa wisata melalui penyelenggaraan Pendidikan Sistim Ganda pada SMK
Telkom, SMK Pariwisata Telkom, AKATEL Sandhy Putra, dan AKPAR Sandhy Putra.
b. Memperkokoh “Link and Match” antara SMK Telkom, SMK Pariwisata Telkom, AKATEL
Sandhy Putra dan AKPAR Sandhy Putra dengan dunia kerja, khusunya dunia kerja
bidang telekomunikasi dan pariwisata.
c. Meningkatkan efisiensi proses
pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang berkualitas professional.
d. Memberikan pengakuan dan penghargaan
terhadap pengalaman kerja siswa SMK Telkom, SMK Pariwisata Telkom, AKATEL
Sandhy Putra, dan AKPAR Sandhy Putra sebagai bagian dari proses pendidikan
berupa Sertifikat.
b.
Bagi penulis
1.)
Mengembangkan kemampuan
profesional melalui pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh di lapangan.
2.)
Meningkatkan kemampuan analisis
dengan membandingkan antara pengetahuan teori dan kenyataan di lapangan.
3.)
Memberikan
informasi tentang penggunaan SSH di PuTTy.
4.)
Memberikan
informasi tentang kelebihan dan kekurangan penggunaan PuTTy.
5.)
Dan mencari pengalaman kerja di
luar bidang yang dipelajari di sekolah
2.
Tujuan Pembuatan Laporan
a.
Melaporkan segala kegiatan teknis
dan non teknis yang dilakukan saat kegiatan Prakerin berlangsung dan
menggambarkan keadaan dan kegiatan di lapangan selama Prakerin.
b.
Memperkenalkan kepada siswa SMK
TELKOM tentang dunia security, khususnya Secure Shell Hosting jaringan PuTTy.
c.
Mempunyai pegangan kajian ilmu
tentang studi kasus yang dilakukan saat Prakerin, yang dapat dijadikan sebagai
pengambil keputusan pada masa yang akan datang apabila ada kasus yang sama.
d.
Mampu membuat dan menyusun laporan
Prakerin dengan menerapkan teknik analisa praktis secara terpadu, sistematis
dan ilmiah.
C. Batasan Masalah
Batasan masalah dalam Laporan Praktek Kerja Industri ini adalah tentang
Secure Shell Hosting jaringan aplikasi PuTTy.
D.
Metode
Metode pengumpulan data digunakan untuk mempermudah penulis dalam
memperoleh data yang diinginkan, maka digunakan beberapa metode pengumpulan
data yang diperoleh dengan cara sebagai berikut :
a.
Metode observasi, yaitu suatu cara
memperoleh informasi yang diinginkan dengan pengamatan secara langsung pada
peralatan atau masing-masing instrumen yang terpasang.
b.
Metode praktikum, yaitu suatu cara
memperoleh informasi dengan cara mengerjakan suatu project secara langsung dengan bimbingan pembimbing.
c.
Metode studi kepustakaan, yaitu
cara memperoleh informasi dengan membaca dan mencatat buku-buku referensi.
d.
Metode wawancara, yaitu cara
memperoleh data dengan melontarkan beberapa pertanyaan kepada pembimbing dan
rekan-rekan di lapangan untuk mengetahui suatu informasi.
E.
Manfaat Pendidikan Sistem Ganda
1.
Manfaat Bagi Siswa
a.
Dapat menambah dan mengembangkan potensi ilmu pengetahuan pada
masing-masing siswa-siswi.
b.
Melatih keterampilan yang dimiliki siswa-siswi sehingga dapat bekerja
dengan baik.
c.
Melahirkan sikap bertanggung jawab, disiplin, sikap mental, etika yang
baik serta dapat bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.
d.
Menambah kreatifitas siswa-siswi agar dapat mengembangkan bakat yang
terdapat dalam dirinya.
e.
Memberikan motivasi sehingga siswa-siswi bersemangat dalam meraih
cita-cita mereka.
f.
Melatih siswa-siswi agar dapat membuat suatu laporan yang terperinci
dari apa saja yang mereka kerjakan selama Praktek Kerja Industri.
2.
Manfaat Bagi Dunia Industri (DU/DI)
a. Mengenal lebih dalam kwalitas pegawai
b. Dalam hal-hal tersebut peserta di didik dengan
tenaga kerja yang dapat memberikan keuntungan.
c. Pemberian tugas kepada peserta didik untuk memberi
solusi teknik ilmu pengetahuan bagi pihak Perusahaan/ Instansi.
