Landasan Teori
LANDASAN TEORI
A.
Secure Shell atau SSH
Adalah protokol jaringan
yang memungkinkan pertukaran data melalui saluran aman antara dua perangkat
jaringan. Terutama banyak digunakan pada sistem berbasis Linux dan Unix untuk
mengakses akun shell, SSH dirancang sebagai pengganti Telnet dan shell remote tak aman lainnya, yang mengirim informasi, terutama
kata sandi, dalam bentuk teks sederhana yang membuatnya mudah untuk dicegat. Enkripsi
yang digunakan oleh SSH menyediakan
kerahasiaan dan integritas data melalui jaringan yang tidak aman seperti Internet. SSH menggunakan client-server
model. Yang standar TCP port 22 telah
ditetapkan untuk menghubungi server SSH.
Sebuah klien program SSH ini biasanya
digunakan untuk membangun koneksi ke SSH
daemon untuk dapat diremote.
Keduanya biasanya terdapat pada sistem operasi modern, termasuk Mac OS X, Linux, FreeBSD, Solaris dan OpenVMS. Tersedia versi berpemilik, freeware dan open source untuk berbagai tingkat kerumitan dan kelengkapan.
Gambar
2.1 SSH Connection
B. Web Server
Web server adalah
sebuah aplikasi server yang melayani
permintaan HTTP atau HTTPS dari browser dan mengirimkannya kembali dalam bentuk halaman-halaman web. Halaman-halaman web yang dikirim oleh web server biasanya berupa file-file HTML dan CSS yang nantinya akan diparsing atau ditata oleh browser sehingga menjadi halaman-halaman
web yang bagus dan mudah dibaca.
Gambar
2.3 Cara Kerja Web Server
Metode remote paling tepat, SSH atau Telnet?
1.)
Telecommunication Network (Telnet)
Telnet
(Telecommunication Network) merupakan salah satu
protokol remote access yang berbasis teks melalui penggunaan virtual terminal. Telnet menggunakan port 23
untuk mengakses host. Artinya, saat
kita memberikan perintah kepada host,
plain text dari perintah kita akan
dikirim ke host dengan port 23 untuk menjalankan/mengeksekusi
perintah tersebut. Nah, di sinilah letak resiko menggunakan Telnet. Telnet mengirimkan perintah berupa plain text kepada host yang riskan menimbulkan spoofing (penyadapan) dari pihak ketiga. Maka seiring
pengembangannya, Telnet telah
ditingkatkan levelnya ke dalam Secure Shell / SSH.
2.)
Secure Shell Hosting (SSH)
SSH (Secure Shell) menggunakan port 22 untuk berkomunikasi dengan host. SSH sama halnya dengan Telnet.
Di mana SSH mengirimkan semua
perintah kepada host. Namun, SSH akan mengenkripsi terlebih dahulu
perintah tersebut sehingga perintah yang dikirimkan merupakan hasil enkripsi
dari perintah asli. Baru kemudian setelah perintah diterima oleh host, host akan dekripsi dulu perintah tersebut sebelum dieksekusi.
Metode ini sangat efektif untuk melindungi dari serangan spoofing dari luar.
Karena meskipun data tersebut dapat disadap, yang terlihat hanyalah hasil
enkripsi, bukan plain text dari
perintah yang dikirimkan.


